
Bekasi Kota, Sergap News.
Kondisi bangunan SDN Bojongmenteng V hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat dan para wali murid pasca kerusakan atap yang terjadi akibat hujan deras disertai angin kencang beberapa waktu lalu. Hingga saat ini, proses perbaikan dinilai belum berjalan maksimal dan terkesan terkatung-katung tanpa kepastian waktu penyelesaian. Kerusakan yang terjadi diketahui hanya berdampak pada ruang kelas 6. Namun, puing-puing bekas reruntuhan atap masih terlihat berada di bagian atas bangunan sekolah. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat sekitar karena dinilai membahayakan keselamatan apabila sewaktu-waktu terjadi hujan deras maupun angin kencang yang dapat menyebabkan material bangunan kembali jatuh. Warga mempertanyakan penggunaan anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) khususnya pada pos pemeliharaan sarana dan prasarana bangunan sekolah. Pasalnya hingga saat ini kondisi bangunan yang rusak belum juga mendapatkan penanganan secara menyeluruh. “Kami berharap pihak sekolah maupun instansi terkait segera mengambil langkah cepat. Jangan sampai ada korban akibat puing bangunan yang masih berada di atas atap” ujar salah satu warga sekitar yang turut menyoroti kondisi tersebut. Selain menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan, lambatnya proses perbaikan juga dikhawatirkan mengganggu kenyamanan kegiatan belajar mengajar siswa, terutama bagi siswa kelas akhir yang membutuhkan suasana belajar aman dan kondusif. Masyarakat berharap Pemerintah Kota Bekasi melalui dinas terkait dapat segera turun tangan untuk memastikan percepatan perbaikan bangunan sekolah agar aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal dan aman. Sementara itu, pihak kepala sekolah hingga kini diharapkan dapat memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat terkait proses pengajuan perbaikan serta penggunaan anggaran pemeliharaan bangunan sekolah. Transparansi dinilai penting agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Dengan kondisi bangunan yang masih menyisakan puing di bagian atap, warga meminta adanya tindakan cepat sebagai langkah antisipasi demi keselamatan siswa, guru dan masyarakat sekitar sekolah. (Red)







