
Bekasi Kota, Sergap News.
Komisi II DPRD Kota Bekasi menggelar rapat kerja evaluasi menyusul insiden kecelakaan maut antara kereta api dan sebuah taksi di perlintasan sebidang yang terjadi beberapa waktu lalu. Dalam rapat yang berlangsung, perhatian utama diarahkan pada penguatan sistem keselamatan perlintasan rel kereta sekaligus percepatan pembangunan flyover Bekasi Timur yang dinilai semakin mendesak. Rapat dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, sebagai tindak lanjut dari Nota Dinas Komisi II terkait kebutuhan langkah cepat untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta mengurai kemacetan kronis di kawasan Bekasi Timur. Dalam forum tersebut, Latu menegaskan bahwa aspek keselamatan masyarakat tidak boleh lagi dipandang sebagai persoalan sekunder. Menurutnya, evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan palang pintu kereta api harus segera dilakukan, seiring meningkatnya risiko kecelakaan di sejumlah titik perlintasan sebidang. Selain penguatan sistem keamanan, DPRD juga mendorong percepatan realisasi proyek flyover Bekasi Timur yang dinilai dapat menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan kemacetan dan tingginya potensi kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut. Untuk membahas kesiapan proyek secara komprehensif, Komisi II menghadirkan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait, di antaranya Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperumkimtan) serta Dinas Perhubungan Kota Bekasi. Pembahasan rapat mencakup sinkronisasi tahapan administrasi dan teknis pembangunan flyover, mulai dari proses pembebasan lahan hingga perencanaan konstruksi. Di sisi lain, Dinas Perhubungan diminta memaparkan kondisi terkini sejumlah titik perlintasan rel yang dinilai rawan kecelakaan dan membutuhkan peningkatan sistem pengamanan, baik secara otomatis maupun manual. Sejumlah anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi turut memberikan sorotan kritis dalam rapat tersebut, di antaranya Wakil Ketua Komisi II Yenny Kristianti, Sekretaris Komisi II Evi Mafriningsianti serta anggota lainnya seperti Anton, Suryo Harjo, Oloan Nababan dan Sodikin. Para legislator menilai kondisi mobilitas di wilayah Bekasi Timur telah memasuki tahap yang memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan. Mereka berpandangan solusi permanen harus segera diwujudkan, bukan sekadar langkah sementara maupun imbauan keselamatan semata. Latu menambahkan DPRD Kota Bekasi ingin memastikan seluruh kesiapan teknis di lapangan benar-benar matang agar proyek flyover tidak berhenti pada tahap perencanaan. Menurutnya, keselamatan pengguna jalan harus menjadi perhatian utama mengingat tingginya aktivitas kendaraan dan risiko kecelakaan di kawasan tersebut. Melalui rapat evaluasi ini, DPRD Kota Bekasi berharap pemerintah daerah segera menyiapkan langkah strategis yang konkret dan berkesinambungan. Kehadiran flyover Bekasi Timur diyakini akan menjadi solusi penting untuk memperlancar arus lalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di salah satu titik kemacetan paling padat di Kota Bekasi. (Red)




