
Jakarta, Sergap News
Dalam upaya memenuhi target fasilitas gedung pendidikan sekolah rakyat tahap II di berbagai daerah di Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan yang di targetkan selesai pada 20 Juni 2026. Dalam hal tersebut Kementerian PU membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan yang melibatkan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis serta seluruh pihak terkait. “Kita ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (13/5/2026). Lebih lanjut Dodi menyampaikan, Kementerian PU juga meminta seluruh penyedia jasa konstruksi dan BUMN pelaksana untuk memastikan langkah percepatan berjalan optimal di setiap lokasi pembangunan. “Progres dari pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II itu sendiri terus menunjukkan peningkatan. Per 7 Mei 2026, bangunn fisik rata-rata telah mencapai 45,91 persen, meningkat dari 40,27 persen pada 1 Mei 2026 lalu” lanjutnya. Langkah,langkah strategis yang diambil Kementerian Pekerjaan Umum (PU) guna pencapaian target tersebut antaranya pengerjaan seluruh bangunan secara paralel, penambahan jumlah tenaga kerja sesuai kebutuhan, kerja lembur, percepatan mobilisasi material serta penambahan peralatan konstruksi seperti crane, alat pancang, excavator dan mobile batching plant kata Dodi. Sebagai informasi, Sekolah Rakyat Tahap II dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5 – 10 hektare yang disiapkan pemerintah daerah. Setiap kawasan dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu tingkat SD, SMP, dan SMA yang dilengkapi ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, asrama siswa dan guru, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya seperti kantin sehat, klinik, lapangan olahraga, ruang ekstrakurikuler dan ruang terbuka hijau. (Red)







