
Bekasi Kota
Menjelang tahun ajaran baru, kesiapan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran kembali menjadi perhatian di Kota Bekasi. Kelompok Kerja Guru Kelas (KKGK) Kota Bekasi menggelar Webinar Warung Kopi (Wahana Ruang Guru Kota Bekasi) Seri ke 3 yang membahas penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) dan perangkat ajar kontekstual. Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (17/6/2026) diikuti oleh kepala sekolah dan guru sekolah dasar di Kota Bekasi. Webinar mengangkat tema Penyusunan KSP dan Perangkat Pembelajaran Kontekstual: Panduan Praktis Analisis CP hingga Modul Ajar. Ketua KKGK Kota Bekasi, Fajar Suharmanto, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman guru dalam menyusun dokumen kurikulum secara lebih terarah dan aplikatif di satuan pendidikan. “Kami ingin memastikan para guru dan kepala sekolah tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga benar-benar mampu menerapkan pembelajaran yang kontekstual di kelas. Karena perangkat ajar itu bukan sekadar dokumen, tetapi panduan praktik pembelajaran” ujar Fajar, Kamis 18 Juni 2026. Ia menambahkan, penyusunan KSP harus disesuaikan dengan kondisi nyata sekolah dan karakteristik peserta didik. “Setiap sekolah memiliki konteks yang berbeda. Maka KSP tidak bisa diseragamkan sepenuhnya. Di sinilah pentingnya pemahaman guru dalam melakukan analisis dan penyesuaian” lanjutnya. Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh pendidikan Kota Bekasi sebagai pengisi sambutan, di antaranya Kepala Bidang Pendidikan Kota Bekasi, Wijayanti, M.Si., serta Ketua K3S Kota Bekasi, Kusnadi, S.Pd.I., M.Pd. Dalam sambutannya, Wijayanti menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru di tengah dinamika perubahan kurikulum. “Guru adalah ujung tombak implementasi kurikulum di sekolah. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui forum seperti ini sangat penting untuk memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga,” kata Wijayanti. Senada dengan itu, Ketua K3S Kota Bekasi, Kusnadi, menyebut bahwa kolaborasi antarpendidik menjadi kunci dalam memahami perangkat ajar yang terus berkembang. “Forum seperti ini sangat membantu guru di lapangan. Banyak hal teknis yang bisa langsung didiskusikan dan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah masing-masing,” ujarnya. Sementara itu, sesi utama webinar menghadirkan Koordinator Pengawas SD Kota Bekasi, H. Supyanto, M.Pd., yang membedah secara teknis penyusunan KSP, analisis Capaian Pembelajaran (CP), hingga perancangan Modul Ajar berbasis kontekstual. “Guru perlu memahami alur dari CP sampai menjadi modul ajar. Jangan berhenti di konsep tetapi harus bisa diterjemahkan menjadi aktivitas pembelajaran yang nyata di kelas” jelas Supyanto. Suyanto menjelaskan untuk menekankan pentingnya analisis CP sebelum menyusun perangkat ajar. “Kalau analisis CP tidak tepat, maka turunan perangkat ajarnya juga akan kurang sesuai. Ini yang sering menjadi tantangan di lapangan” tambahnya. Jalannya diskusi dipandu oleh Riska Chairunisa, S.Pd. sebagai moderator serta Cucu Nurjanah, S.Pd. sebagai pembawa acara. Webinar ini memfokuskan pembahasan pada empat aspek utama yakni strategi penyusunan KSP, pembelajaran kontekstual di sekolah dasar, analisis Capaian Pembelajaran (CP) serta teknik penyusunan Modul Ajar yang lebih praktis dan aplikatif. Melalui kegiatan ini, KKGK Kota Bekasi berharap dapat memperkuat kapasitas guru kelas dalam menghadapi tahun ajaran baru dengan perangkat pembelajaran yang lebih terstruktur dan sesuai kebutuhan peserta didik. (Red)




