
Kota Bekasi, Sergap News, 29 April 2026 – Direktur RSUD Bekasi, Ellya Niken Prastiwi, menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 16 orang.
“Per hari ini menjadi 16 orang,” ujar Ellya Niken Prastiwi pada Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan, para korban merupakan bagian dari penumpang yang terdampak dalam insiden tabrakan yang terjadi pada Senin (27/4/2026).
Kecelakaan bermula ketika sebuah taksi Green SM tertabrak KRL di jalur menuju Jakarta. Peristiwa tersebut mengganggu perjalanan kereta lainnya, termasuk KRL yang hendak menuju Cikarang dan akhirnya berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Di saat bersamaan, Kereta Argo Bromo melintas di jalur yang sama hingga akhirnya menabrak rangkaian KRL yang tengah berhenti.
Benturan keras tidak dapat dihindari. Bagian depan Kereta Argo Bromo dilaporkan menembus gerbong khusus wanita pada KRL.
Ellya Niken Prastiwi menambahkan, pihak rumah sakit terus melakukan penanganan terhadap korban serta berkoordinasi dengan instansi terkait dalam proses identifikasi dan penanganan lanjutan.
“Penanganan korban terus kami lakukan secara maksimal,” tutupnya./Red




